
.
Batang Hari, 24 Juli 2026 – Pramuka bukan hanya tentang seragam cokelat, baris-berbaris, atau kegiatan di alam terbuka. Lebih dari itu, Pramuka merupakan ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, dan nilai-nilai kehidupan yang akan melekat sepanjang hayat. Semangat itulah yang menjadi pesan utama dalam pembukaan latihan rutin Gerakan Pramuka Gugus Depan (Gudep) 729–730 MAN 4 Batang Hari yang dilaksanakan pada Jumat (24/7/2026) di lapangan madrasah. Kegiatan diawali dengan apel pembukaan dan diikuti seluruh siswa MAN 4 Batang Hari sebagai bentuk komitmen madrasah dalam membangun generasi yang berkarakter, tangguh, serta berakhlak mulia.

Bertindak sebagai pembina apel sekaligus Kamabigus MAN 4 Batang Hari, Dr. H. Idham Kholid, S.Pd., M.Pd.I, menegaskan bahwa kegiatan Pramuka memiliki makna yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar kegiatan ekstrakurikuler. Menurutnya, seluruh nilai yang terkandung dalam Tri Satya dan Dasa Dharma merupakan bekal kehidupan bermasyarakat yang harus diterapkan oleh setiap peserta didik. "Pramuka bukan sekadar ekstrakurikuler, tetapi bagaimana kita belajar menjalani kehidupan. Tri Satya dan Dasa Dharma bukan hanya dihafalkan, melainkan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Ikutilah latihan ini dengan sungguh-sungguh, karena setiap pertemuan harus memberi ilmu, pengalaman, dan karakter baru yang akan kalian bawa pulang," ujar Kepala MAN 4 Batang Hari. Beliau juga menjelaskan bahwa pendidikan karakter saat ini menjadi salah satu fokus utama pendidikan nasional, termasuk di lingkungan madrasah. Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan tantangan pergaulan remaja, Pramuka hadir sebagai wadah pembinaan yang mengajarkan tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, kepedulian sosial, hingga kemampuan menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, latihan rutin yang dilaksanakan setiap pekan diharapkan mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara mental, emosional, spiritual, dan sosial.

Usai apel pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi kepramukaan oleh Pembina Pramuka MAN 4 Batang Hari, Munadi, S.Pd.I. Dalam materinya, ia mengangkat tema yang menarik perhatian peserta, yakni hubungan nilai-nilai Dasa Dharma dengan kehidupan seorang muslim. "Mengapa seorang Pramuka bisa meraih surga? Karena nilai pertama dalam Dasa Dharma adalah takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ketika seorang Pramuka benar-benar mengamalkan nilai ketakwaan itu melalui ibadah, akhlak yang baik, kejujuran, kepedulian, dan pengabdian kepada sesama, maka ia sedang menjalankan nilai-nilai yang diajarkan agama. Pramuka sejatinya menjadi jalan untuk membentuk pribadi yang beriman, berakhlak, dan bermanfaat bagi orang lain," jelasnya di hadapan peserta. Penjelasan tersebut sekaligus memperkuat bahwa nilai pertama Dasa Dharma memiliki keselarasan dengan ajaran Islam yang menempatkan ketakwaan sebagai pondasi utama kehidupan seorang mukmin. Ketakwaan tidak berhenti pada pelaksanaan ibadah ritual semata, tetapi tercermin dalam perilaku sehari-hari, seperti disiplin, jujur, bertanggung jawab, menghormati sesama, serta menjaga amanah. Inilah yang menjadi alasan mengapa pendidikan kepramukaan di madrasah memiliki posisi strategis, karena mampu mengintegrasikan pendidikan karakter dengan nilai-nilai keislaman sehingga peserta didik terbiasa mempraktikkan akhlak mulia dalam kehidupan nyata.

Sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler wajib di madrasah, latihan Pramuka juga menjadi media pembelajaran kontekstual yang melengkapi proses pembelajaran di kelas. Melalui berbagai aktivitas lapangan, peserta didik dilatih untuk mandiri, berpikir kritis, mampu mengambil keputusan, bekerja dalam tim, hingga memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Keterampilan tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan kehidupan sekaligus mendukung terbentuknya Profil Pelajar Pancasila Rahmatan lil 'Alamin yang menjadi arah pendidikan madrasah saat ini. Melalui pembukaan latihan rutin Gudep 729–730 ini, MAN 4 Batang Hari kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik secara utuh. Dengan menghidupkan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Dharma dalam setiap latihan, madrasah berharap lahir generasi yang religius, disiplin, berintegritas, peduli terhadap sesama, serta mampu menjadi pemimpin yang membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama di masa mendatang.
|
271x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...