
.
Kemenag Batang Hari - MAN 4 Batang Hari, 3 September 2026 - Ketika kualitas udara menjadi perhatian, proses belajar tidak harus ikut berhenti. MAN 4 Batang Hari mengalihkan pelaksanaan Proses Belajar Mengajar (PBM) menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau pembelajaran daring mulai 27 Agustus hingga 4 September 2026 sebagai langkah menyesuaikan kondisi lingkungan dan menjaga kesehatan peserta didik. Kebijakan tersebut dilaksanakan berdasarkan surat edaran dari pemerintah provinsi dan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi, menyusul kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada kualitas udara di wilayah Jambi, termasuk Batang Hari.

Keputusan melaksanakan PJJ menjadi bentuk kehati-hatian madrasah dalam memastikan hak siswa untuk tetap mendapatkan pembelajaran sekaligus mengurangi aktivitas peserta didik di luar rumah ketika kondisi udara tidak mendukung. Kondisi tersebut bukan tanpa alasan. Pada 2 September 2026, kualitas udara di Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, tercatat berada pada kategori tidak sehat dengan ISPU 166 untuk parameter PM2,5, berdasarkan pengukuran UPTD Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Hari untuk periode 31 Agustus - 1 September 2026. Kondisi kualitas udara tersebut berpotensi memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat sehingga kewaspadaan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, menjadi penting.
PJJ di MAN 4 Batang Hari tidak dimaknai sebagai " libur sekolah" , melainkan perubahan moda pembelajaran agar kegiatan akademik tetap berlangsung dalam situasi yang lebih aman. Kepala MAN 4 Batang Hari Dr. H. Idham Kholid, S.Pd., M.Pd.I., menegaskan bahwa seluruh guru tetap hadir di madrasah seperti biasa untuk menyiapkan dan melaksanakan pembelajaran, sementara siswa mengikuti kegiatan dari rumah. " Seluruh guru tetap masuk madrasah seperti biasa dan melaksanakan PJJ dari madrasah, sementara siswa berada di rumah. Gunakan platform yang mendukung pembelajaran seperti WhatsApp Group, Google Classroom maupun Zoom Meeting agar interaksi dengan siswa tetap berjalan. Kita juga akan terus memantau dan mengingatkan siswa untuk tetap berada di rumah serta menjaga kesehatan selama kondisi karhutla dan kualitas udara belum sepenuhnya aman," tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, guru diberikan ruang untuk menggunakan berbagai media dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakter materi maupun kondisi siswa. PJJ dapat dilakukan melalui komunikasi kelas, pemberian materi dan tugas terarah, diskusi daring, hingga pertemuan virtual ketika diperlukan. Pola ini juga menuntut guru untuk lebih kreatif dalam menjaga keterlibatan siswa agar pembelajaran tidak berubah menjadi sekadar pemberian tugas. Dengan pendekatan yang interaktif, terukur, dan memperhatikan kemampuan akses siswa, pembelajaran jarak jauh tetap dapat menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna meskipun guru dan peserta didik tidak berada dalam satu ruang.
Kondisi karhutla sendiri menjadi perhatian serius di Kabupaten Batang Hari. Sebelumnya, pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat karhutla setelah peningkatan titik panas di sejumlah wilayah. Pada 23 Agustus 2026, Batang Hari tercatat memiliki 41 titik panas dari total 199 titik yang terpantau di Provinsi Jambi. Upaya penanganan dan pencegahan juga terus dilakukan oleh tim gabungan, termasuk patroli dan pemadaman di wilayah rawan. Kondisi tersebut memperkuat pentingnya langkah preventif di lingkungan pendidikan, terutama karena paparan udara yang tercemar dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas belajar peserta didik.

Bagi guru, penerapan PJJ menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan digital, memperkaya metode pembelajaran, sekaligus belajar beradaptasi terhadap situasi yang tidak selalu ideal. Sementara bagi siswa, pembelajaran dari rumah memberikan kesempatan untuk tetap mengikuti kegiatan akademik tanpa harus melakukan aktivitas luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Namun, keberhasilan PJJ tetap membutuhkan kerja sama antara madrasah, siswa, dan orang tua melalui kedisiplinan mengikuti jadwal, komunikasi yang baik, serta pemantauan kondisi kesehatan. Dengan demikian, PJJ tidak hanya menjadi solusi situasional, tetapi juga pengalaman pembelajaran yang mengajarkan kemandirian dan kemampuan beradaptasi. Bagi MAN 4 Batang Hari, pelaksanaan PJJ pada 27 Agustus - 4 September 2026 menjadi bukti bahwa keselamatan dan kesehatan siswa dapat berjalan beriringan dengan keberlangsungan pendidikan. Madrasah tetap menjalankan fungsi pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi, sementara peserta didik mendapatkan ruang belajar yang lebih aman di rumah. Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan tidak berhenti ketika keadaan berubah, justru dalam situasi seperti inilah madrasah dituntut menghadirkan inovasi, kepedulian, dan ketangguhan agar proses belajar tetap berjalan tanpa mengabaikan kesehatan warga madrasah.
|
213x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...