
.
Kemenag Batang Hari | MAN 4 Batang Hari, Batang Hari, 5 Agustus 2026 – Demokrasi tidak hanya dipelajari melalui buku pelajaran, tetapi juga harus dialami secara langsung. Semangat itulah yang tergambar dalam pelaksanaan Debat Kandidat Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIM MAN 4 Batang Hari Tahun Pelajaran 2026/2027 yang digelar di lapangan MAN 4 Batang Hari, Selasa (5/8). Kegiatan yang diikuti seluruh keluarga besar MAN 4 Batang Hari ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses Pemilihan Ketua OSIM (Pemilos), sekaligus menjadi ruang bagi para calon pemimpin muda untuk menguji kualitas gagasan, kemampuan berkomunikasi, serta kepemimpinan di hadapan warga madrasah. Debat berlangsung dinamis, penuh argumentasi yang konstruktif, dan menjadi perhatian seluruh peserta yang antusias menyimak setiap penyampaian visi, misi, maupun solusi dari masing-masing pasangan calon.

Kegiatan debat dibuka secara resmi oleh Kepala MAN 4 Batang Hari, Dr. H. Idham Kholid, S.Pd., M.Pd.I, yang sekaligus bertindak sebagai panelis. Debat dipandu dengan baik oleh dua pembawa acara dari kelas Fase F2.1, Sheril dan Zahara Tunissa, dengan konsep yang mengadopsi mekanisme debat publik sebagaimana pemilihan umum. Debat dibagi ke dalam tiga segmen. Pada segmen pertama, kedua pasangan calon menjawab pertanyaan yang telah disiapkan panitia. Segmen kedua menghadirkan sesi tanya jawab bersama panelis yang terdiri dari Kepala Madrasah beserta jajaran Wakil Kepala Madrasah. Sementara pada segmen ketiga, kedua pasangan calon saling mengajukan pertanyaan, menyampaikan argumentasi, sekaligus mempertahankan gagasan mereka dalam suasana kompetitif namun tetap menjunjung tinggi etika berdiskusi. Dalam sambutannya, Dr. H. Idham Kholid menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar memilih ketua organisasi, tetapi menjadi bagian dari proses pendidikan karakter yang harus terus dikembangkan di lingkungan madrasah. "Debat kandidat ini layak kita apresiasi karena mampu melatih keberanian berbicara, berpikir kritis, menghargai perbedaan pendapat, sekaligus membentuk jiwa kepemimpinan peserta didik. Organisasi adalah laboratorium kehidupan, tempat siswa belajar mengambil keputusan, menyampaikan ide, dan bertanggung jawab terhadap amanah yang diberikan. Kegiatan seperti ini juga merupakan implementasi nyata kurikulum yang harus terus kita evaluasi agar semakin berkualitas setiap tahunnya. Kami juga berkomitmen menjaga sinergi dengan KPU Batang Hari agar pendidikan demokrasi di madrasah semakin baik," ujarnya.

Lebih lanjut, pelaksanaan Pemilos di MAN 4 Batang Hari juga menjadi bentuk implementasi penguatan Kurikulum Merdeka (KUMER) sekaligus penguatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang mulai dikembangkan di lingkungan madrasah. Dalam Kurikulum Merdeka, peserta didik didorong menjadi pembelajar aktif melalui pengalaman nyata (experiential learning), sedangkan dalam KBC, proses pembelajaran diarahkan untuk menanamkan nilai kasih sayang, tanggung jawab, empati, saling menghargai, dan kepedulian sosial. Debat kandidat menjadi media konkret untuk menumbuhkan budaya dialog yang santun, menghargai perbedaan pilihan, serta membangun kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan, bukan sekadar kekuasaan. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar berorganisasi, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang berintegritas dan berakhlak mulia. Pelaksanaan debat ini juga mengadopsi prinsip-prinsip pendidikan demokrasi yang selama ini dikenalkan melalui program KPU Goes to School, yaitu memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai tahapan pemilihan yang demokratis, mulai dari pencalonan, penyampaian visi dan misi, debat publik, masa kampanye, hingga pemungutan dan penghitungan suara secara jujur, adil, serta transparan. Melalui tahapan tersebut, peserta didik memperoleh pengalaman langsung mengenai pentingnya partisipasi politik yang sehat sejak usia sekolah. Madrasah pun berperan sebagai ruang belajar demokrasi yang aman dan edukatif, sehingga siswa memahami bahwa memilih pemimpin harus didasarkan pada rekam gagasan, integritas, serta kemampuan, bukan sekadar popularitas.

Selama debat berlangsung, kedua pasangan calon mampu menyampaikan visi, misi, serta program kerja yang berorientasi pada kemajuan OSIM dan pengembangan budaya positif di MAN 4 Batang Hari. Berbagai gagasan inovatif mengenai peningkatan kegiatan akademik, penguatan karakter, pengembangan minat dan bakat, hingga pelayanan kepada seluruh warga madrasah disampaikan dengan argumentasi yang logis dan komunikatif. Antusiasme peserta debat yang aktif memberikan perhatian menunjukkan bahwa budaya berdiskusi secara sehat mulai tumbuh di lingkungan madrasah. Seluruh tahapan Pemilos selanjutnya akan terus dilaksanakan sesuai jadwal dan mekanisme yang telah disusun bersama KPU Batang Hari agar proses pemilihan berjalan profesional, transparan, dan dapat menjadi contoh praktik demokrasi yang baik bagi peserta didik. Melalui kegiatan ini, MAN 4 Batang Hari kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang dalam kepemimpinan, komunikasi, serta karakter. Debat kandidat OSIM menjadi bukti bahwa madrasah mampu menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna melalui pengalaman nyata yang mengintegrasikan nilai-nilai demokrasi, kepemimpinan, dan penguatan karakter sesuai semangat Kurikulum Berbasis Cinta. Harapannya, siapapun yang nantinya terpilih menjadi Ketua dan Wakil Ketua OSIM dapat mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab, menjadi teladan bagi seluruh siswa, serta membawa organisasi semakin aktif, inovatif, dan mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan MAN 4 Batang Hari.
|
64x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...