
.
Batang Hari, 24 Juli 2026 – Pembentukan karakter peserta didik tidak hanya dilakukan melalui proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui pembiasaan ibadah yang dilaksanakan secara konsisten. Sebagai wujud implementasi pendidikan karakter sekaligus penguatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), MAN 4 Batang Hari kembali menggelar kegiatan Yasinan rutin mingguan yang diikuti oleh seluruh guru dan peserta didik di Aula MAN 4 Batang Hari, Jumat (24/7/2026). Kegiatan yang kali ini dipandu oleh peserta didik Fase E1 bersama wali kelas Oktavera Safitri, S.Pd tersebut diawali dengan pembacaan Surah Yasin, dilanjutkan dengan Kullu Tahlil, tausiyah, serta ditutup dengan kegiatan Jumat Berkah berupa sedekah dan infak bersama. Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari pembiasaan spiritual madrasah dalam membentuk generasi yang unggul secara akademik sekaligus kuat dalam nilai keagamaan.

Suasana khidmat menyelimuti aula sejak lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an mulai dibacakan. Tradisi Yasinan yang dilaksanakan secara bergiliran oleh setiap kelas tidak hanya melatih kemampuan membaca Al-Qur'an, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab, kepercayaan diri, serta kebersamaan antarsesama warga madrasah. Kegiatan ini selaras dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta, khususnya dalam menanamkan nilai Cinta kepada Allah melalui pembiasaan ibadah, dzikir, dan doa, serta Cinta kepada Sesama melalui kebersamaan, kepedulian, dan saling mendoakan. Pembiasaan seperti ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membentuk karakter peserta didik yang religius, santun, dan berakhlakul karimah.

Dalam tausiyahnya, Kepala MAN 4 Batang Hari, Dr. H. Idham Kholid, S.Pd., M.Pd.I, mengingatkan pentingnya membangun kedisiplinan sebagai modal utama menuju keberhasilan. "Prestasi tidak lahir secara instan, tetapi diawali dari kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan setiap hari. Salah satunya adalah disiplin datang tepat waktu ke madrasah. Ketika seseorang mampu menghargai waktu, ia sedang membentuk karakter yang akan mengantarkannya kepada kesuksesan. Jadikan madrasah sebagai tempat untuk melatih tanggung jawab, memperkuat ibadah, dan membangun akhlak mulia sehingga ilmu yang diperoleh benar-benar membawa keberkahan," pesannya. Seusai tausiyah, kegiatan dilanjutkan dengan Jumat Berkah, yaitu pembiasaan sedekah dan infak sebagai bentuk pendidikan kepedulian sosial. Melalui kegiatan ini, peserta didik diajak memahami bahwa berbagi bukan hanya tentang materi, melainkan juga tentang keikhlasan, empati, dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Konsistensi MAN 4 Batang Hari dalam melaksanakan Yasinan dan Jumat Berkah menunjukkan bahwa madrasah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter yang utuh. Sinergi antara pembiasaan ibadah, pendidikan disiplin, dan budaya berbagi menjadi implementasi nyata Kurikulum Berbasis Cinta yang menempatkan nilai spiritual dan kemanusiaan sebagai bagian penting dari proses pendidikan. Melalui kegiatan sederhana namun sarat makna ini, MAN 4 Batang Hari terus meneguhkan komitmennya untuk melahirkan generasi yang cerdas, berprestasi, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap Allah SWT, sesama manusia, dan lingkungan sekitarnya.
|
242x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...