
.
Batang Hari, 14 Juli 2026 - Memasuki hari kedua pelaksanaan MATAMUDA (Masa Ta'aruf Murid Madrasah) 2026, MAN 4 Batang Hari menghadirkan edukasi yang sangat relevan dengan tantangan remaja masa kini. Bertempat di Aula MAN 4 Batang Hari pada Selasa (14/7/2026), kegiatan menghadirkan Kapolsek Muara Tembesi, IPTU Sugeng, S.H, M.H sebagai narasumber utama dengan mengangkat tema "Ancaman Berbahaya bagi Remaja Madrasah: Narkoba, Ekstremisme, Judi Online, dan Bullying." Sebanyak 84 peserta MATAMUDA mengikuti kegiatan dengan antusias sebagai bagian dari pembentukan karakter, kesadaran hukum, serta penguatan akhlak sejak awal memasuki lingkungan madrasah.
Dalam paparannya, IPTU Sugeng menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat menghadirkan banyak peluang sekaligus ancaman bagi generasi muda. Menurutnya, penyalahgunaan narkoba, penyebaran paham ekstremisme, maraknya judi online, hingga praktik perundungan menjadi persoalan yang semakin dekat dengan kehidupan remaja sehingga tidak boleh dianggap sebagai masalah yang jauh dari lingkungan pendidikan. Materi disampaikan secara komunikatif melalui berbagai contoh kasus, diskusi interaktif, dan pendekatan yang dekat dengan kehidupan peserta sehingga mampu membangun kesadaran bahwa setiap pelajar memiliki tanggung jawab menjaga diri, keluarga, dan lingkungan dari berbagai bentuk penyimpangan sosial.

Suasana semakin hidup ketika sesi tanya jawab dibuka. Sejumlah peserta MATAMUDA, di antaranya Quin, Aurellia, Hanifa, dan Nova, menyampaikan pertanyaan kritis mengenai bahaya narkoba, upaya pencegahan bullying, penyalahgunaan media sosial, hingga langkah yang harus dilakukan apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Seluruh pertanyaan dijawab secara terbuka oleh Kapolsek Muara Tembesi dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga keberanian untuk berdiskusi mengenai persoalan yang kerap dihadapi remaja saat ini.
Dalam pesan penutupnya, IPTU Sugeng menegaskan bahwa usia remaja merupakan fase yang paling rentan terhadap pengaruh negatif apabila tidak dibekali iman, karakter, dan lingkungan pergaulan yang baik. "Anak-anak sekalian sedang berada pada usia yang sangat menentukan masa depan. Jangan pernah mencoba narkoba, menjauhlah dari judi online, hindari perundungan dalam bentuk apa pun, dan jangan mudah terpengaruh oleh paham-paham yang bertentangan dengan nilai agama maupun hukum. Pilihlah teman yang mampu membawa kalian kepada kebaikan. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa berteman dengan penjual parfum akan membuat kita ikut memperoleh harum kebaikannya. Begitu pula sebaliknya, lingkungan yang buruk akan mudah menyeret seseorang ke dalam keburukan," pesannya.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk berani menjadi bagian dari solusi apabila menemukan indikasi tindak kriminal atau perilaku menyimpang di lingkungan sekitar. "Apabila kalian mengetahui adanya penyalahgunaan narkoba, praktik judi online, geng motor, ataupun aktivitas lain yang meresahkan masyarakat, jangan takut untuk melapor. Catat nomor WhatsApp saya, sampaikan informasi dengan benar, dan kami bersama jajaran kepolisian akan menindaklanjutinya melalui penyelidikan serta menurunkan personel, termasuk Bhabinkamtibmas, sesuai prosedur yang berlaku. Partisipasi masyarakat, termasuk pelajar, sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif," tegasnya.
Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari pendidikan karakter di madrasah. Remaja yang terjerumus pada narkoba, judi online, ekstremisme, maupun bullying tidak hanya berisiko merusak masa depan dirinya sendiri, tetapi juga dapat mengganggu proses belajar, menurunkan prestasi, merusak kesehatan mental, bahkan berhadapan dengan konsekuensi hukum. Bagi madrasah, pencegahan sejak dini menjadi langkah strategis untuk membangun lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bebas dari berbagai bentuk penyimpangan perilaku, sehingga seluruh peserta didik dapat tumbuh menjadi generasi yang berintegritas dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan MATAMUDA hari kedua ini, MAN 4 Batang Hari menegaskan komitmennya dalam membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Kepolisian Republik Indonesia, untuk memperkuat pendidikan karakter dan kesadaran hukum di kalangan peserta didik. Kolaborasi ini diharapkan mampu membentuk murid madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki ketangguhan moral, kecakapan dalam menghadapi tantangan era digital, serta keberanian untuk menjaga diri dan lingkungan dari segala bentuk perilaku yang bertentangan dengan nilai agama, norma sosial, dan hukum yang berlaku.
Rangkaian materi pada MATAMUDA 2026 menjadi bekal awal bagi murid baru MAN 4 Batang Hari untuk memahami bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan menjaga akhlak, memilih lingkungan pergaulan yang sehat, memanfaatkan teknologi secara bijak, serta memiliki kepedulian terhadap keamanan lingkungan. Dengan semangat kolaborasi antara madrasah, keluarga, dan aparat penegak hukum, diharapkan lahir generasi yang cerdas, religius, berkarakter, serta mampu menjadi agen perubahan positif bagi masyarakat.
|
107x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...