
.
Batang Hari, 9 Maret 2026 — MAN 4 Batang Hari menggelar kegiatan Pesantren Ramadan sebagai bagian dari proses belajar mengajar (PBM) di pekan terakhir pembelajaran bulan suci. Kegiatan yang berlangsung pada 9–13 Maret 2026 ini dipusatkan di Aula MAN 4 Batang Hari dan diikuti seluruh siswa bersama tenaga pendidik madrasah. Program tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Madrasah, Dr. Idham Kholid, S.Pd., M.Pd.I dalam apel pagi sebelum rangkaian kegiatan dimulai.

Dalam sambutannya, Dr. Idham Kholid menegaskan bahwa Pesantren Ramadan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian integral dari pembelajaran karakter di madrasah. Selama satu pekan, seluruh aktivitas keagamaan dipusatkan dalam satu ruang pembinaan spiritual yang terstruktur. “Momentum Ramadan harus dimanfaatkan sebagai ruang pendidikan yang lebih dalam bukan hanya belajar ilmu, tetapi juga memperkuat iman dan akhlak,” ujarnya di hadapan para siswa dan guru. Rangkaian kegiatan dimulai setiap pagi dengan pembiasaan salat Dhuha bersama, dilanjutkan tadarus Al-Qur’an serta setoran hafalan Juz 30 oleh para siswa. Kegiatan kemudian diisi dengan kajian Islami yang disampaikan oleh para guru MAN 4 Batang Hari, sebelum ditutup dengan pelaksanaan salat Zuhur berjamaah. Pola kegiatan yang sistematis ini dirancang agar siswa tidak hanya mendengar materi keagamaan, tetapi juga mempraktikkan langsung nilai-nilai ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

Program tadarus Al-Qur’an dipandu langsung oleh Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Afiful Hadi, S.H yang juga menjadi perancang kegiatan Pesantren Ramadan tahun ini. Para wali kelas turut berperan aktif membimbing siswa di kelas masing-masing dengan mendengarkan bacaan Al-Qur’an serta memantau perkembangan hafalan mereka. Pendampingan langsung oleh guru diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih personal sekaligus memperkuat interaksi edukatif antara guru dan siswa. Pelaksanaan Pesantren Ramadan di madrasah sendiri sejalan dengan arahan Kementerian Agama Republik Indonesia yang mendorong satuan pendidikan berbasis keagamaan untuk mengoptimalkan bulan Ramadan sebagai momentum penguatan karakter dan literasi Al-Qur’an. Pembiasaan ibadah seperti salat Dhuha, tadarus, dan hafalan Al-Qur’an diyakini mampu membangun kedisiplinan spiritual, meningkatkan konsentrasi belajar, serta menumbuhkan kecintaan siswa terhadap nilai-nilai keislaman.

Bagi MAN 4 Batang Hari, Pesantren Ramadan bukan hanya agenda tahunan, tetapi bagian dari upaya membentuk generasi madrasah yang berilmu, berakhlak, dan berkarakter kuat. Melalui kegiatan yang terarah dan konsisten ini, madrasah berharap siswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar religius selama Ramadan, tetapi juga membawa kebiasaan baik tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, madrasah tidak sekadar menjadi tempat menimba ilmu, melainkan ruang pembentukan pribadi yang utuh bagi generasi masa depan.[BZ]
|
102x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...