
.
Batang Hari, 19 Januari 2026 — MAN 4 Batang Hari melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) bulanan bersama seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) pada Senin (19/1) bertempat di ruang Majelis Guru. Rapat tersebut turut dihadiri Ketua Komite MAN 4 Batang Hari sebagai bentuk penguatan sinergi antara madrasah dan unsur masyarakat. Rakor ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi kinerja bulanan, menyamakan persepsi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) pegawai, serta membahas rencana alokasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2026.

Kepala MAN 4 Batang Hari, Dr. Idham Kholid, S.Pd, M.Pd.I, dalam arahannya menegaskan bahwa rakor bulanan merupakan instrumen penting dalam menjaga ritme kerja madrasah agar tetap terarah, terukur, dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik. Menurutnya, evaluasi rutin diperlukan untuk memastikan seluruh kebijakan madrasah berjalan efektif, baik yang berkaitan langsung dengan proses pembelajaran siswa maupun dengan peningkatan disiplin dan profesionalitas GTK. “Rakor ini bukan sekadar agenda formal, tetapi ruang refleksi bersama untuk memperbaiki hal-hal yang masih perlu ditata dan menguatkan yang sudah berjalan baik,” ujarnya. Dalam rapat tersebut, pembahasan mengenai tugas pokok dan fungsi pegawai menjadi salah satu fokus utama. Tupoksi dipandang sebagai fondasi kerja yang harus dipahami secara utuh oleh setiap GTK agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan maupun kelalaian tanggung jawab. Penegasan tupoksi ini mencakup peran guru dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, tenaga kependidikan dalam layanan administrasi dan pendukung, serta pola koordinasi antarpersonel agar kinerja madrasah berjalan selaras dan profesional.

Sementara itu, Kepala Urusan Tata Usaha MAN 4 Batang Hari, Imaroh, S.Ag, menjelaskan bahwa rakor juga dimanfaatkan untuk memberikan pemahaman komprehensif terkait pengelolaan Dana BOS Tahun Anggaran 2026. Ia memaparkan peruntukan dana BOS yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan operasional madrasah, peningkatan mutu pembelajaran, pengadaan sarana-prasarana pendukung pendidikan, serta layanan administrasi yang menunjang kenyamanan belajar siswa. Penjelasan tersebut disampaikan secara terbuka agar seluruh GTK memahami prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran. Imaroh menambahkan bahwa dana BOS tidak hanya berfungsi sebagai penopang operasional, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di madrasah. Oleh karena itu, perencanaan dan penggunaan anggaran harus dilakukan secara cermat, tepat sasaran, serta sesuai regulasi yang berlaku. “Pemahaman bersama tentang BOS akan membantu kita menjaga kepercayaan publik dan memastikan setiap rupiah benar-benar memberi dampak positif bagi siswa,” jelasnya.

Melalui rakor bulanan ini, MAN 4 Batang Hari menegaskan komitmennya untuk membangun tata kelola madrasah yang profesional, transparan, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan. Sinergi antara pimpinan madrasah, GTK, dan komite diharapkan mampu melahirkan kebijakan yang responsif serta menciptakan iklim kerja yang kondusif, sehingga seluruh program madrasah pada tahun 2026 dapat berjalan optimal dan memberi manfaat nyata bagi peserta didik.[BZ]
|
375x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...