
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Batang Hari berlokasi di Jalan Keramat Johor RT 04, Desa Rambutan Masam, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi. Letaknya strategis di kawasan yang dikelilingi Sungai Batang Hari, dengan jarak kurang lebih 20 km dari pusat kecamatan, 35 km dari ibu kota kabupaten, dan sekitar 65 km dari Kota Jambi. Lingkungan geografis ini turut membentuk karakter madrasah yang religius, asri, dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
Cikal bakal MAN 4 Batang Hari bermula pada tahun 1996 sebagai Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Nurul Jadid yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Nurul Jadid, Desa Rambutan Masam. Pada masa awal pendiriannya, madrasah ini dipimpin oleh KH. Syamsuddin Ali, dengan orientasi utama pada penguatan pendidikan keislaman yang terpadu dengan sistem pendidikan formal.
Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan menengah berciri khas Islam serta untuk meningkatkan mutu kelembagaan, pihak pondok pesantren mengajukan permohonan dukungan tenaga pendidik kepada Kementerian Agama. Pada tahun 2006, MAS Nurul Jadid mulai dipimpin oleh Drs. Sumardi sebagai kepala madrasah definitif. Pada periode ini pula tumbuh komitmen kuat dari pimpinan pondok pesantren untuk menghibahkan sebagian aset pesantren kepada pemerintah sebagai langkah strategis menuju penegerian madrasah.
Aset yang dihibahkan meliputi tanah seluas ±607.567 m², dua unit gedung ruang belajar Madrasah Aliyah Swasta, serta satu unit asrama putra. Proses ini menjadi fondasi penting dalam transformasi kelembagaan MAS Nurul Jadid menuju madrasah negeri, sebagaimana praktik penegerian madrasah di berbagai daerah di Pulau Jawa yang menekankan kesiapan lahan, sarana prasarana, dan dukungan masyarakat.
Pada tahun 2010, MAS Nurul Jadid resmi berstatus negeri dengan nama Madrasah Aliyah Negeri 4 Batang Hari. Drs. Sumardi, S. dipercaya sebagai kepala madrasah pertama. Pada saat yang sama, Kementerian Agama menempatkan dua Pegawai Negeri Sipil, yakni Musmulyadi, S.H. sebagai Kepala Tata Usaha dan Alkomar, A.Ma. sebagai Bendahara Pengeluaran. Penegerian ini menjadi titik awal percepatan pengembangan madrasah, baik dari sisi manajemen, tata kelola, maupun sarana dan prasarana.
Sejak tahun yang sama, MAN 4 Batang Hari memperoleh dukungan sumber daya manusia berupa tiga guru CPNS, yaitu Kadar Yasin, S.E., Misnarni, S.Pd., dan Dwi Retno, S.Pd., yang diperkuat oleh 14 guru honorer serta 5 staf tata usaha. Dalam aspek sarana prasarana, madrasah mendapatkan rehabilitasi tiga ruang belajar serta pembangunan dua ruang kelas baru yang bersumber dari DIPA MAN 4 Batang Hari. Pola pengembangan bertahap ini sejalan dengan praktik pengelolaan madrasah negeri unggulan di Jawa yang menitikberatkan pada kesinambungan mutu dan keberlanjutan program.
Dalam proses pembelajaran, MAN 4 Batang Hari mengintegrasikan pendidikan formal dengan tradisi kepesantrenan. Sebagian peserta didik mengikuti program pondok dengan menetap di asrama dan mendalami ilmu-ilmu keislaman seperti kajian kitab kuning, nahwu, sharaf, dan tafsir. Sementara itu, peserta didik lainnya mengikuti pembelajaran dengan sistem pulang-pergi dari rumah. Model ini mencerminkan kekhasan madrasah berbasis pesantren yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sepanjang perjalanannya, MAN 4 Batang Hari telah mengalami beberapa kali pergantian kepemimpinan. Di bawah kepemimpinan Drs. Sumardi, S., madrasah mencatat berbagai kemajuan signifikan, khususnya dalam penguatan infrastruktur dan tata kelola kelembagaan. Pada Agustus 2022, beliau memasuki masa purnabakti.
Selanjutnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang Hari menunjuk Kadar Yasin, S.E. sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala MAN 4 Batang Hari hingga akhir Agustus 2023. Kepemimpinan madrasah kemudian dilanjutkan oleh Dr. Idham Kholid, S.Pd., M.Pd.I., yang membawa semangat pengembangan madrasah menuju lembaga pendidikan Islam yang unggul, moderat, dan responsif terhadap tantangan zaman.
Pada masa kepemimpinan Dr. Idham Kholid, S.Pd., M.Pd.I., MAN 4 Batang Hari mengalami perkembangan yang semakin signifikan, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia. Sejak periode 2023–2025, seluruh guru dan staf tata usaha secara bertahap telah diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama.
Jumlah pendidik di MAN 4 Batang Hari saat ini sebanyak 15 orang, terdiri atas 13 guru ASN PPPK dan 2 guru honorer, serta diperkuat dengan tambahan 1 guru ASN PPPK dan 2 guru CPNS. Adapun tenaga kependidikan berjumlah 8 orang, yang seluruhnya merupakan ASN PPPK. Kondisi ini mencerminkan peningkatan kualitas tata kelola madrasah yang semakin profesional dan berkelanjutan.
Dengan komposisi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang lebih stabil, profesional, dan berintegritas, MAN 4 Batang Hari semakin mampu mengoptimalkan layanan pendidikan, memperkuat budaya kerja yang moderat dan kolaboratif, serta meningkatkan mutu pembelajaran. Perkembangan ini menjadi fondasi penting bagi MAN 4 Batang Hari untuk terus tumbuh sebagai madrasah negeri yang berkualitas, adaptif, dan dipercaya masyarakat.
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...