
.
Kemenag Batang Hari — MAN 4 Batang Hari, 28 September 2026 — Setelah beberapa waktu melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kondisi kabut asap dan karhutla di Batang Hari, seluruh guru dan tenaga kependidikan (GTK) bersama siswa MAN 4 Batang Hari kembali berdiri dalam satu barisan pada upacara bendera, Senin (28/9). Upacara berlangsung khidmat sekaligus menjadi momentum untuk kembali menguatkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan karakter siswa setelah pembelajaran kembali dilaksanakan secara tatap muka.

Upacara tersebut menjadi yang pertama dilaksanakan setelah penerapan PJJ. Petugas upacara berasal dari siswa fase E1 dengan wali kelas Oktavera Safitri, S.Pd., sementara Nanik Suryanawati, S.Pd., bertindak sebagai pembina upacara. Kehadiran seluruh warga madrasah dalam satu agenda bersama itu tidak sekadar menandai kembalinya aktivitas sekolah secara normal, tetapi juga menjadi ruang untuk mengingatkan siswa bahwa proses pendidikan tidak berhenti pada capaian akademik semata. Dalam amanatnya, Nanik Suryanawati menyampaikan pesan sederhana melalui sebuah perumpamaan tentang menabung. Menurutnya, masa sekolah merupakan waktu ketika siswa sedang mengumpulkan bekal untuk kehidupan setelah meninggalkan bangku madrasah. “Ananda semua, dalam proses bersekolah ini sebenarnya kalian sedang menabung. Layaknya menabung di celengan, tetapi yang ditabung bukan uang. Kalian sedang menabung untuk sesuatu yang besar yang nantinya akan kalian petik setelah selesai belajar dari madrasah ini,” tuturnya.
Tabungan yang dimaksud bukan sesuatu yang dapat dihitung dengan angka, melainkan kebiasaan dan karakter yang dibangun sedikit demi sedikit selama menjalani pendidikan. “Kalian menabung disiplin, menabung tanggung jawab, menabung toleransi, dan menabung harga-menghargai. Semua itu sudah kalian tabung sejak bangku SD hingga SMA, khususnya selama berada di MAN 4 Batang Hari,” lanjut Nanik dalam amanatnya. Pesan tersebut menempatkan keseriusan belajar dalam perspektif yang lebih luas. Belajar bukan hanya tentang memperoleh nilai dan menyelesaikan tugas, tetapi juga membentuk kebiasaan yang akan terus terbawa ketika siswa memasuki lingkungan yang lebih besar. Disiplin mengerjakan tugas, bertanggung jawab terhadap pilihan, mampu menghargai perbedaan, serta terbiasa menghormati orang lain merupakan bekal yang akan kembali dibutuhkan ketika siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun ketika mulai terlibat langsung dalam kehidupan bermasyarakat.

Di bangku kuliah, misalnya, siswa akan dituntut lebih mandiri dalam mengatur waktu, menyelesaikan tanggung jawab, berkomunikasi dengan berbagai karakter, dan mengambil keputusan. Demikian pula ketika berada di tengah masyarakat, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh seberapa tinggi pendidikannya, tetapi juga oleh bagaimana ia bersikap, menghargai orang lain, menjalankan tanggung jawab, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Karena itu, setiap kebiasaan yang dibangun siswa selama berada di madrasah sesungguhnya merupakan investasi jangka panjang. Ketika disiplin, tanggung jawab, toleransi, dan sikap saling menghargai terus dilatih, “tabungan” tersebut akan menjadi bagian dari karakter siswa ketika mereka meninggalkan MAN 4 Batang Hari. Pendidikan yang berlangsung hari ini diharapkan tidak hanya menghasilkan siswa yang mampu secara akademik, tetapi juga pribadi yang siap hidup berdampingan dan mengambil peran positif di masyarakat.
Di balik proses tersebut, para guru dan tenaga kependidikan memiliki harapan sederhana: melihat siswa-siswi MAN 4 Batang Hari tumbuh menjadi pribadi yang sukses sekaligus diterima dan dibutuhkan di tengah masyarakat. “Bapak dan Ibu guru tentu ingin melihat kalian sukses nantinya. Semua yang kalian tabung selama di sini, mudah-mudahan menjadi bekal ketika kalian keluar dari madrasah ini, sehingga kalian bisa diterima di masyarakat dan menjadi orang yang berguna bagi orang-orang di sekitar kalian,” pesan Nanik. Lebih dari sekadar pencapaian akademik, seluruh guru MAN 4 Batang Hari tentu berharap setiap anak yang pernah belajar di madrasah ini kelak tumbuh menjadi pribadi yang memiliki karakter kuat, mampu berdiri dengan kemandirian, serta tetap membawa nilai-nilai baik yang telah ditanamkan selama berada di lingkungan madrasah. Kesuksesan mereka nantinya diharapkan tidak hanya terlihat dari profesi, pendidikan, atau pencapaian yang diraih, tetapi juga dari cara mereka memperlakukan orang lain, mengambil tanggung jawab, dan memberi manfaat bagi lingkungan di mana mereka berada.

Upacara bendera perdana setelah PJJ akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda rutin Senin pagi. Ia menjadi pengingat bahwa setelah kembali ke ruang kelas, ada proses panjang yang harus terus dijalani: belajar dengan serius, membangun kebiasaan baik, dan mengumpulkan bekal karakter sedikit demi sedikit. Sebab ketika waktunya meninggalkan MAN 4 Batang Hari tiba, yang dibawa siswa bukan hanya ijazah dan nilai, tetapi juga seluruh “tabungan” sikap dan kebiasaan yang selama ini mereka bangun di madrasah.
|
49x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...