
.
Kemenag Batang Hari — MAN 4 Batang Hari, 15 September 2026 — Podium demi podium berhasil diamankan MAN 4 Batang Hari dalam Kompetisi Olahraga dan Seni (KOMPAS) Kementerian Agama Tahun 2026 tingkat Kabupaten Batang Hari. Hingga hasil sementara yang diterima, tim bulu tangkis putri berhasil meraih juara pertama, tim bulu tangkis putra menempati posisi ketiga, sprinter putra Zulhendri dan sprinter putri Riana masing-masing menjadi juara pertama, sementara tim voli putra dan putri sama-sama meraih podium pertama sekaligus memastikan langkah menuju tingkat provinsi. Hasil tersebut menjadi catatan positif bagi kontingen MAN 4 Batang Hari yang mengikuti berbagai cabang olahraga dan seni dalam KOMPAS 2026. Kompetisi secara resmi dibuka di lapangan MAN 1 Batang Hari yang menjadi titik pusat pelaksanaan kegiatan. Para siswa MAN 4 Batang Hari turun membawa persiapan masing-masing, dengan dukungan guru pembina dan pelatih yang mendampingi proses kompetisi dari awal hingga tahapan pertandingan.

Kepala MAN 4 Batang Hari, Dr. H. Idham Kholid, S.Pd., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas perjuangan siswa yang telah memberikan kemampuan terbaik. “Saya sangat bangga terhadap siswa-siswi kami yang telah memberikan hasil terbaik dengan usaha sepenuh jiwa dan raga untuk mengharumkan nama MAN 4 Batang Hari. Hasil ini tentu tidak terlepas dari dukungan madrasah serta dedikasi tinggi bapak dan ibu guru pelatih yang membina anak-anak dengan sepenuh hati,” ujarnya.
Menurut Idham, prestasi yang diraih bukan hanya tentang angka di papan hasil pertandingan, tetapi juga buah dari proses latihan, kedisiplinan, keberanian tampil, serta kerja sama antara siswa, pelatih dan madrasah. “Kami berharap hasil ini menjadi jalan bagi siswa untuk melaju ke tingkat provinsi dan kembali memberikan hasil terbaik. Kalau di tingkat kabupaten mereka sudah mampu menunjukkan kemampuan, maka di tingkat provinsi harus tetap berlatih, menjaga semangat, dan tidak cepat puas. Mudah-mudahan mereka dapat menjadi pemuncak dan kembali mengharumkan nama madrasah serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang Hari,” lanjutnya.
KOMPAS menjadi ruang bagi madrasah untuk mempertemukan kemampuan peserta didik di bidang olahraga dan seni, sekaligus menjadi bagian dari pembinaan bakat dan prestasi nonakademik. Dalam berbagai ajang kompetisi madrasah, Kementerian Agama menempatkan kegiatan semacam ini bukan semata-mata sebagai perebutan gelar juara, melainkan sebagai sarana membangun sportivitas, kepercayaan diri, karakter, kreativitas, serta kemampuan siswa berkompetisi secara sehat.
Bagi MAN 4 Batang Hari, capaian pada KOMPAS 2026 juga menjadi indikator bahwa pembinaan minat dan bakat siswa perlu dilakukan secara konsisten. Cabang bulu tangkis, atletik sprint, dan voli yang berhasil menyumbangkan podium menunjukkan adanya potensi yang dapat terus dikembangkan melalui latihan terarah. Sementara pada cabang seni, MAN 4 Batang Hari masih menunggu hasil penjurian dengan harapan dapat menambah daftar prestasi sekaligus memperbesar peluang madrasah mengirimkan wakil ke tingkat provinsi.

Keberhasilan tersebut memberikan dampak positif bagi siswa maupun madrasah. Bagi siswa, kompetisi menjadi pengalaman nyata untuk melatih disiplin, daya juang, sportivitas, kerja sama, keberanian menghadapi lawan, dan kemampuan mengelola tekanan pertandingan. Bagi madrasah, KOMPAS menjadi ruang evaluasi sekaligus pemetaan potensi peserta didik, sehingga pembinaan olahraga dan seni dapat dilakukan lebih terarah. Prestasi siswa juga menjadi bagian dari budaya positif madrasah yang mendorong lebih banyak peserta didik berani mengembangkan bakatnya.
Di balik hasil yang diraih, terdapat proses persiapan yang dilakukan peserta sejak jauh hari. Latihan tidak hanya diarahkan pada peningkatan teknik dan strategi pertandingan, tetapi juga pada kedisiplinan, kekompakan tim, kesiapan mental, serta konsistensi mengikuti arahan pelatih. Persiapan tersebut menjadi fondasi penting ketika siswa harus menghadapi persaingan antarmadrasah dengan karakter pertandingan yang berbeda-beda.
Menariknya, proses persiapan tersebut berlangsung di tengah kondisi kabut asap akibat karhutla yang sempat memengaruhi aktivitas masyarakat di Batang Hari. Madrasah tetap memberikan ruang bagi siswa untuk berlatih, namun kesehatan ditempatkan sebagai prioritas utama. Intensitas latihan disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebugaran peserta, sementara siswa terus diingatkan untuk menjaga kesehatan, cukup beristirahat, serta tidak memaksakan diri ketika kondisi tubuh maupun kualitas udara tidak mendukung. Dukungan semacam ini menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam menjaga keseimbangan antara prestasi dan kesehatan, sekaligus menjadi alasan para siswa tetap memiliki semangat untuk mengikuti KOMPAS dengan persiapan yang terukur.

Kini, para siswa yang berhasil melaju ke tingkat provinsi membawa tantangan baru. Kepala MAN 4 Batang Hari berharap mereka tetap tawadu, rendah hati, tidak cepat puas, dan terus menjalani latihan secara maksimal. “Juara di tingkat kabupaten bukan akhir dari perjalanan. Tetap rendah hati, jaga nama baik madrasah, terus berlatih, dan jadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk memberikan yang lebih baik di tingkat provinsi. Kami mendoakan semoga Allah memberikan kelancaran, kesehatan, dan hasil terbaik sehingga anak-anak dapat mengharumkan nama MAN 4 Batang Hari dan Kementerian Agama Kabupaten Batang Hari,” pungkasnya.
|
58x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...