
.
Kemenag Batang Hari — MAN 4 Batang Hari, 4 September 2026 — Ketika pembelajaran tatap muka harus bergeser ke ruang digital akibat kabut asap karhutla, satu hal di MAN 4 Batang Hari tetap berjalan seperti biasa, pelayanan administrasi. Di tengah penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), tenaga kependidikan Tata Usaha (TU) MAN 4 Batang Hari tetap hadir di madrasah untuk memastikan kebutuhan administrasi siswa maupun masyarakat tetap terlayani secara cepat, tertib, dan prima. Pelayanan tersebut mencakup Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), bidang kesiswaan, layanan EMIS, hingga berbagai kebutuhan administrasi madrasah. Siswa maupun masyarakat yang memiliki keperluan administrasi tetap dapat datang ke madrasah dengan memperhatikan kondisi kesehatan dan protokol yang diperlukan. Langkah ini menjadi bentuk komitmen MAN 4 Batang Hari bahwa kebijakan PJJ untuk menjaga kesehatan siswa tidak berarti menghentikan pelayanan publik di lingkungan madrasah.

Kepala Urusan Tata Usaha MAN 4 Batang Hari, Imaroh, S.Ag., mengatakan bahwa pelayanan administrasi harus tetap berjalan meskipun kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara daring. “Pelayanan PTSP dan kebutuhan administrasi siswa maupun masyarakat tetap kita berikan secara prima. Bagian kesiswaan, EMIS, maupun seluruh jajaran Tata Usaha akan terus memaksimalkan pelayanan. Tentu semuanya dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan protokol yang diperlukan,” ujarnya. Imaroh menegaskan, pelayanan prima bukan hanya soal membuka loket dan menerima berkas, tetapi juga memastikan setiap kebutuhan masyarakat mendapatkan respons yang jelas dan proses yang efektif. “Kami berupaya agar siswa atau masyarakat yang datang tidak mengalami kesulitan dalam mengurus administrasi. Prinsipnya, pelayanan harus cepat, tepat, ramah, dan memberikan informasi yang jelas, sehingga meskipun pembelajaran sedang dilaksanakan dari rumah, roda pelayanan madrasah tetap berjalan,” lanjutnya.

Kondisi tersebut berlangsung ketika Jambi masih menghadapi persoalan karhutla dan sebaran asap. BMKG dalam laporan awal September menyebut kondisi panas dan kering masih berlangsung serta asap dari kebakaran masih terpantau di sejumlah wilayah dan berpotensi menyebar mengikuti arah angin. BMKG juga mencatat bahwa risiko karhutla pada 2026 meningkat terutama pada periode puncak kemarau, dengan Jambi termasuk provinsi yang menjadi perhatian dalam mitigasi karhutla. Di Kabupaten Batang Hari, kualitas udara juga sempat berada pada level yang perlu diwaspadai. Berdasarkan pengukuran UPTD Laboratorium Lingkungan DLH Kabupaten Batang Hari untuk periode 31 Agustus–1 September 2026, ISPU Muara Bulian mencapai 166 untuk parameter PM2,5, yang masuk kategori tidak sehat. Kondisi ini menunjukkan pentingnya mengurangi aktivitas luar ruangan ketika kabut asap memburuk serta memperhatikan perlindungan kesehatan. Pada 4 September, kondisi karhutla di kawasan Tahura Sultan Thaha Saifuddin, Batang Hari, juga masih mendapat perhatian pemerintah daerah karena asap masih muncul di sejumlah titik meskipun api tidak lagi terlihat.

Bagi tenaga kependidikan MAN 4 Batang Hari, situasi tersebut menjadi momentum untuk menunjukkan etos kerja dan tanggung jawab pelayanan. Penerapan PJJ memang mengubah pola belajar siswa, tetapi administrasi dan pelayanan masyarakat memiliki kebutuhan yang tetap harus ditangani. Kehadiran tenaga TU di madrasah menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan layanan, sekaligus memastikan urusan kesiswaan, data EMIS, surat-menyurat, PTSP, dan administrasi lainnya tidak ikut terhenti. Komitmen tersebut menegaskan bahwa pelayanan prima merupakan bagian dari wajah madrasah. Di saat siswa belajar dari rumah demi menjaga kesehatan, tenaga kependidikan tetap mengambil peran dari balik meja pelayanan agar kebutuhan administrasi tetap bergerak. Bagi MAN 4 Batang Hari, kabut asap boleh mengubah cara belajar untuk sementara, tetapi tidak mengubah semangat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada siswa dan masyarakat.
|
182x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...