
.
Kemenag Batang Hari — MAN 4 Batang Hari, 24 Agustus 2026 — Demokrasi tidak selalu harus dimulai dari bilik suara dalam pemilihan umum. Di madrasah, proses belajar berdemokrasi justru dapat dimulai dari hal sederhana: mengenal calon, mempertimbangkan pilihan, kemudian menggunakan hak suara secara bertanggung jawab. Semangat tersebut terlihat dalam Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM MAN 4 Batang Hari Tahun Pelajaran 2026/2027 yang dilaksanakan Senin (24/8/2026) di ruang kelas Fase E1 yang disulap menjadi Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Pemungutan suara diikuti oleh warga MAN 4 Batang Hari sebagai pemilih, diawali dengan Kepala MAN 4 Batang Hari Dr. H. Idham Kholid, S.Pd., M.Pd.I. yang terlebih dahulu menyalurkan hak pilihnya, kemudian dilanjutkan oleh guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik. Pelaksanaan pemilihan dibuat menyerupai proses pemilu agar siswa memperoleh pengalaman langsung mengenai tahapan demokrasi, mulai dari menentukan pilihan hingga menggunakan hak suara secara tertib. “Kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran demokrasi sekaligus menjadi kesempatan bagi para pemilih pemula untuk merasakan secara langsung bagaimana proses pemilihan berlangsung. Kita ingin siswa tidak hanya mengetahui demokrasi secara teori, tetapi juga memahami bagaimana menggunakan hak pilih dengan bertanggung jawab,” ujar Kepala MAN 4 Batang Hari.
Pemilu OSIM tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian pendidikan kepemimpinan yang sebelumnya telah diberikan kepada siswa melalui debat kandidat Ketua dan Wakil Ketua OSIM. Dengan demikian, proses pemilihan tidak berhenti pada aktivitas mencoblos, tetapi memberikan ruang bagi siswa untuk mengenal gagasan, visi, misi, kemampuan menyampaikan pendapat, serta mempertimbangkan calon yang dinilai mampu membawa organisasi siswa ke arah yang lebih baik. Pola seperti ini penting karena OSIM menjadi laboratorium sederhana bagi siswa untuk belajar kepemimpinan, musyawarah, tanggung jawab, integritas, serta konsekuensi dari setiap pilihan yang dibuat.

Kegiatan tersebut juga memiliki keterkaitan dengan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah. Nilai cinta dalam konteks demokrasi dapat diwujudkan melalui sikap menghargai perbedaan pilihan, tidak memaksakan kehendak, menjaga persaudaraan, serta menerima hasil pemilihan dengan lapang dada. Demokrasi yang dibangun di lingkungan madrasah bukan sekadar siapa yang memperoleh suara terbanyak, tetapi bagaimana seluruh warga madrasah mampu menjalankan proses dengan jujur, tertib, santun, dan tetap menjaga ukhuwah setelah pemilihan selesai.
Pelaksanaan pemilu OSIM MAN 4 Batang Hari juga menjadi bagian dari penguatan edukasi demokrasi yang sebelumnya telah dibangun melalui kolaborasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Batang Hari melalui program KPU Goes to School. Kehadiran KPU di lingkungan pendidikan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menjadi pemilih yang cerdas, mengenali proses pemilu, memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan. Pengalaman tersebut kemudian diterjemahkan dalam ruang yang lebih dekat dengan kehidupan siswa melalui pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM.

Bagi madrasah, kegiatan ini menjadi bentuk pendidikan karakter yang konkret karena siswa memperoleh pengalaman organisasi sekaligus belajar menjadi pemilih yang bertanggung jawab. Bagi peserta didik, pengalaman memilih dan dipilih dapat menumbuhkan keberanian, kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, sikap sportif, serta penghargaan terhadap perbedaan. Kepala madrasah menegaskan bahwa proses tersebut perlu terus dievaluasi agar pelaksanaan pemilu OSIM dari tahun ke tahun semakin tertib dan mampu memberikan pengalaman pendidikan yang lebih bermakna bagi seluruh warga MAN 4 Batang Hari.
Pada akhirnya, TPS di ruang kelas Fase E1 bukan hanya tempat menentukan Ketua dan Wakil Ketua OSIM, tetapi menjadi ruang belajar kecil tentang bagaimana demokrasi seharusnya dijalankan: ada pilihan, ada perbedaan, ada tanggung jawab, dan ada sikap menghormati hasil. Melalui kesinambungan antara program KPU Goes to School, pemilihan OSIM, dan penguatan KBC, MAN 4 Batang Hari berupaya menyiapkan generasi madrasah yang bukan hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kesadaran sosial, dan kemampuan menjadi warga negara yang dewasa dalam berdemokrasi.
|
232x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...