
.
KEMENAG BATANG HARI – MAN 4 BATANG HARI, Kamis, 30 Juli 2026. Pembelajaran kimia tidak selalu identik dengan rumus yang rumit dan hafalan yang membingungkan. Melalui pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan, siswa kelas Fase F2.1 MAN 4 Batang Hari mengikuti kegiatan praktikum mata pelajaran Kimia di lapangan madrasah bersama guru mata pelajaran sekaligus Wakil Kepala Bidang Humas, Bizar Al Furqan, S.Pd. Praktikum ini menjadi implementasi nyata pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) sekaligus penguatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang saat ini mulai diterapkan di lingkungan madrasah. Dengan mengangkat tema asam dan basa, siswa diajak membuktikan langsung teori yang sebelumnya dipelajari di dalam kelas melalui percobaan sederhana membuat gunung api mini meletus.
Kegiatan praktikum dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari pembelajaran teori agar konsep-konsep kimia tidak hanya dipahami secara tekstual, tetapi juga dapat diamati melalui fenomena nyata. Seluruh siswa mengikuti setiap tahapan praktikum secara sistematis dengan menggunakan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) yang telah disiapkan guru sebagai panduan selama proses eksperimen berlangsung. Bahan dan alat yang digunakan pun relatif sederhana, mudah ditemukan di lingkungan sekitar serta didukung fasilitas Laboratorium IPA MAN 4 Batang Hari, sehingga membuktikan bahwa pembelajaran sains dapat dilakukan secara efektif tanpa harus menggunakan peralatan yang rumit maupun mahal.
Guru mata pelajaran Kimia, Bizar Al Furqan, S.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan praktikum akan rutin dilaksanakan pada materi-materi tertentu sesuai Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang memungkinkan untuk dipraktikkan secara langsung. Menurutnya, pembelajaran kimia akan jauh lebih mudah dipahami apabila siswa mengalami sendiri proses ilmiahnya. "Praktikum seperti ini akan terus kita lakukan pada setiap bab yang memungkinkan. Saya ingin mengubah paradigma siswa bahwa kimia bukanlah pelajaran yang menakutkan, tetapi ilmu yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan justru menyenangkan ketika dipelajari melalui pengalaman langsung. Pada materi asam dan basa ini, siswa dapat melihat sendiri bagaimana reaksi kimia terjadi, bukan hanya membayangkannya melalui buku pelajaran," ujarnya.
Percobaan gunung api mini dilakukan dengan memanfaatkan reaksi antara larutan asam dan basa sehingga menghasilkan gelembung gas karbon dioksida yang mendorong larutan keluar menyerupai letusan gunung berapi. Melalui eksperimen sederhana ini, siswa dapat memahami bahwa setiap zat memiliki sifat kimia yang berbeda dan ketika dua zat tertentu bereaksi akan menghasilkan perubahan yang dapat diamati secara langsung. Pembelajaran seperti ini membantu siswa menghubungkan konsep teori tentang indikator, sifat larutan asam-basa, serta reaksi netralisasi dengan fenomena nyata sehingga pemahaman konsep menjadi lebih kuat, logis, dan bertahan lebih lama.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui penciptaan pengalaman belajar yang menyenangkan, humanis, dan bermakna. Dalam KBC, proses belajar tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membangun hubungan positif antara guru, peserta didik, ilmu pengetahuan, dan lingkungan belajar. Guru menghadirkan suasana yang penuh rasa ingin tahu, memberi ruang kepada siswa untuk bereksplorasi, bekerja sama dalam kelompok, berdiskusi, hingga menyimpulkan hasil pengamatan secara mandiri. Pendekatan ini menumbuhkan kecintaan terhadap proses belajar, membangun rasa percaya diri, serta mengembangkan karakter ilmiah seperti teliti, jujur, bertanggung jawab, dan mampu berpikir kritis.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif melakukan pengamatan, mencatat hasil eksperimen, berdiskusi, hingga menarik kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh. Salah seorang siswa mengungkapkan bahwa pembelajaran melalui praktikum membuat materi yang sebelumnya terasa sulit menjadi lebih mudah dipahami. "Kalau hanya mendengar penjelasan di kelas kami sudah mengerti, tetapi ketika melihat reaksinya secara langsung ternyata jauh lebih mudah dipahami. Kami jadi tahu bahwa teori yang dipelajari memang benar-benar terjadi dan bisa dibuktikan," ungkap salah seorang peserta praktikum.
Melalui kegiatan ini, MAN 4 Batang Hari kembali menunjukkan komitmennya menghadirkan pembelajaran yang inovatif, aktif, dan berpusat pada peserta didik. Praktikum tidak hanya menjadi sarana memperkuat konsep ilmiah, tetapi juga menjadi healing edukatif yang membuat siswa belajar dengan suasana yang lebih rileks tanpa mengurangi kualitas akademik. Pengalaman belajar yang menyenangkan seperti ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar, menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, serta melahirkan generasi madrasah yang memiliki kompetensi akademik, karakter yang kuat, dan keterampilan abad ke-21. Dengan pembelajaran yang memadukan teori, praktik, dan nilai-nilai KBC, MAN 4 Batang Hari terus berupaya menghadirkan pendidikan yang relevan, bermutu, dan berdampak bagi masa depan peserta didik.
|
244x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...