Selamat Datang di Website Resmi MAN 4 Batang Hari # Welcome to the official website of MAN 4 Batanghari # Madrasah sebagai Sekolah Umum Berciri Khas Agama # AYO SEKOLAH KE MADRASAH. MADRASAH LEBIH BAIK ! # Mari Sukseskan HAB Kementerian Agama RI Ke 80 !
Diposting Pada: Kamis, 23 Juli 2026

Pengawas Madrasah Dampingi Workshop KBC di MAN 4 Batang Hari, Guru Wali Jadi Fokus Implementasi Baru

Pengawas Madrasah Dampingi Workshop KBC di MAN 4 Batang Hari, Guru Wali Jadi Fokus Implementasi Baru

.
Batang Hari, 23 Juli 2026 – Transformasi pendidikan madrasah tidak cukup hanya dengan perubahan kurikulum, tetapi juga harus menyentuh cara guru membangun hubungan dengan peserta didik. Berangkat dari semangat tersebut, MAN 4 Batang Hari menggelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Aula MAN 4 Batang Hari, Kamis (23/7/2026), sebagai langkah strategis memperkuat implementasi KBC di lingkungan madrasah. Kegiatan yang diikuti seluruh tenaga pendidik ini menghadirkan narasumber dari Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Batang Hari, Dr. A. Kadir, M.Pd dan Amri Ikhsan, sekaligus menjadi bagian dari program pengembangan kurikulum madrasah dalam meningkatkan mutu pembelajaran yang lebih humanis, berkarakter, dan berpihak kepada peserta didik.



Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala MAN 4 Batang Hari, Dr. H. Idham Kholid, S.Pd., M.Pd.I, yang menegaskan bahwa peningkatan kualitas guru harus terus dilakukan agar mampu menjawab arah kebijakan pendidikan madrasah yang terus berkembang. "Workshop ini merupakan bentuk komitmen madrasah untuk terus mendukung peningkatan kompetensi guru. Kurikulum Berbasis Cinta bukan hanya sebuah konsep baru, tetapi harus benar-benar hadir dalam pengalaman belajar peserta didik. Melalui kegiatan ini kita menyempurnakan perangkat pembelajaran, termasuk Dokumen A1 atau RPP versi terbaru berbasis KBC, sehingga guru memiliki panduan yang lebih komprehensif dalam melaksanakan pembelajaran yang bermakna," ungkapnya.

Dalam sesi materi, narasumber menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) memiliki orientasi yang berbeda dengan Kurikulum Merdeka (Kumer). Jika Kurikulum Merdeka lebih menitikberatkan pada pembelajaran yang fleksibel, penguatan kompetensi, dan diferensiasi sesuai kebutuhan peserta didik, maka KBC memperluas pendekatan tersebut dengan menempatkan nilai cinta, kepedulian, empati, penghormatan terhadap keberagaman, serta penguatan karakter spiritual dan sosial sebagai ruh utama dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pendidik yang membangun hubungan emosional, menghadirkan suasana belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta membentuk karakter peserta didik secara utuh.

Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Batang Hari, Dr. A. Kadir, M.Pd, menambahkan bahwa implementasi KBC memerlukan sistem yang kuat di tingkat madrasah. "Salah satu langkah penting yang harus segera dilakukan adalah membentuk Tim Pengembangan Kurikulum Madrasah sebagai motor penggerak implementasi KBC. Tim inilah yang akan memastikan seluruh perangkat pembelajaran, program sekolah, hingga budaya madrasah selaras dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta. Selain itu, keberadaan Guru Wali menjadi perhatian utama karena mereka akan menjadi pendamping yang memantau perkembangan akademik, karakter, spiritual, serta kondisi psikososial peserta didik secara berkelanjutan," jelasnya. Sementara itu, Amri Ikhsan turut memberikan penguatan mengenai penyusunan perangkat ajar berbasis KBC agar implementasinya dapat berjalan secara sistematis dan terukur.

Konsep Guru Wali dalam KBC menjadi salah satu pembaruan yang mendapat perhatian khusus. Guru Wali tidak hanya bertugas melakukan pembinaan administrasi kelas, tetapi juga berfungsi sebagai pendamping utama peserta didik yang membangun komunikasi intensif dengan siswa dan orang tua, memantau perkembangan belajar, memberikan penguatan karakter, serta menjadi ruang konsultasi ketika peserta didik menghadapi persoalan akademik maupun nonakademik. Melalui pola pendampingan tersebut, setiap peserta didik diharapkan memperoleh perhatian yang lebih personal sehingga potensi, minat, dan kebutuhan mereka dapat berkembang secara optimal. Pendekatan ini sekaligus memperkuat budaya madrasah yang ramah, peduli, dan berorientasi pada pembentukan generasi yang berakhlak mulia.



Melalui workshop ini, MAN 4 Batang Hari menegaskan komitmennya untuk terus menjadi madrasah yang adaptif terhadap kebijakan pendidikan nasional Kementerian Agama sekaligus responsif terhadap kebutuhan peserta didik di era modern. Penguatan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan mampu melahirkan pembelajaran yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga membangun karakter, empati, dan kepedulian sosial. Dengan kolaborasi antara kepala madrasah, pengawas, dan seluruh tenaga pendidik, MAN 4 Batang Hari optimistis dapat menghadirkan ekosistem pendidikan yang lebih berkualitas, humanis, serta menjadi rujukan pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah.

 


273x
Dibaca
.

Berita Lainnya:

  1. Rakor Bulanan MAN 4 Batang Hari Bahas Tupoksi dan TRANSPARANSI DANA BOS 2026: Ini Dampaknya bagi Kinerja GTK MADRASAH 427x dibaca
  2. Meretas Sinergi, Membangun Mutu: MAN 4 Batang Hari dan MAN 3 Kota Jambi Bertukar Ilmu dan Inspirasi Pendidikan 199x dibaca
  3. MAN 4 Batang Hari Bagikan Takjil di Bulan Ramadhan 213x dibaca
  4. Sinkronkan Program dan Perkuat Integritas, Kepala MAN 4 Batang Hari Hadiri Rakor Pendidikan Madrasah 422x dibaca
  5. Yasinan Rutin Mingguan di MAN 4 Batang Hari: Memperkuat Keimanan dan Menyemai Investasi Akhirat 189x dibaca

Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Lokasi MAN 4 Batang Hari

Mars Madrasah